Mengenal On The Job Training (OJT), Tujuan, Bentuk, dan Manfaatnya

Newestjob.id, OJT adalah bentuk pelatihan yang diberikan perusahaan untuk meningkatkan keterampilan khusus, kebiasaan kerja, dan sikap karyawan. Biasanya OJT atau on the job training diadakan untuk karyawan yang terbilang baru di perusahaan. 

Di dunia perkantoran terdapat dua istilah yang hampir mirip. Yaitu on the job training dan off the job training. Seringkali orang berpikir dua istilah tersebut sama. Padahal dari segi lokasi, materi training, pemateri hingga biaya yang dikeluarkan sangat berbeda. 

Pelaksanaan off the job training biasanya dilakukan di luar kantor. Sedangkan OJT dilakukan di kantor dan fokus pada praktek kerja. Materi yang diberikan pun juga berbeda. Bila OJT terfokus pada praktek langsung untuk meningkatkan kompetensi karyawan, off the job training menitikberatkan pada teori pekerjaan. 

Lalu, seberapa penting OJT dilakukan oleh perusahaan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Apakah karyawan selama mengikuti OJT mendapat gaji? 

Penjelasan lengkapnya ada di artikel ini. 

Apa Itu OJT?

Selain sering disalahartikan dengan off the job training, OJT juga sering disamakan dengan magang. Padahal, lagi-lagi, keduanya sangat jauh berbeda. Magang biasanya dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa untuk mendapat pengetahuan melalui praktek langsung. Magang juga menjadi jalan untuk mempraktekkan teori yang didapat di kampus. 

Sedangkan OJT adalah pelatihan untuk karyawan berbentuk praktik kerja langsung. Sederhananya, OJT menjadi model pelatihan bagi karyawan baru dalam masa training mengenal job desknya. 

Melalui OJT karyawan akan mengenal pekerjaannya secara langsung. Sifat dari training selama bekerja adalah learning by doing. Biasanya karyawan baru ini mendapat arahan dari karyawan senior atau penanggung jawab dari divisi terkait.

Masa OJT setiap perusahaan berbeda-beda. Umumnya, perusahaan menerapkan selama satu hingga tiga bulan. Sampai akhirnya karyawan baru bisa dilepas sendiri menekuni job desknya. 

Intinya, OJT menjadi salah satu jalan bagi perusahaan memberikan arahan dan pembelajaran bagi pegawai baru untuk mengenal pekerjaannya. 

Nah, untuk urusan gaji OJT biasanya diterapkan lebih kecil dari karyawan tetap. Sebab, gaji tersebut belum ditambah fasilitas karyawan tetap. Sebenarnya hal ini bisa dimaklumi. Karena saat OJT, karyawan baru tersebut belum sepenuhnya bertanggung jawab terhadap tugas pekerjaannya. 

Melalui OJT ini pula, perusahaan bisa menilai kualitas karyawan yang terbentuk dari pelatihan kerja tersebut. Sehingga bisa membuat keputusan apakah akan melanjutkan atau memberhentikan calon karyawan tersebut. 

Tujuan OJT 

Dalam penerapannya pelatihan kerja memiliki tujuan untuk mengajarkan dan mengembangkan keterampilan bekerja. Selain itu juga membentuk sikap pegawai hingga mampu melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan standar perusahaan. 

Beberapa tujuan pelaksanaan training kerja antara lain : 

  • Knowledge. Adanya pelatihan kerja atau OJT untuk melatih calon pegawai mendapat pengetahuan yang cukup. Hingga akhirnya dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. 
  • Skill. Melalui OJT diharapkan karyawan dapat mengasah kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan di posisi yang telah ditentukan. 
  • Attitude. Pelatihan kerja bagi karyawan baru ini bertujuan membentuk sikap. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya, karyawan baru tersebut bisa sesuai dengan standar perusahaan. 
Baca Juga:  5 Kiat Konsisten Dalam Bekerja

Bagi perusahaan, pelaksanaan OJT bisa untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Tak hanya menguntungkan bagi perusahaan, tapi OJT ini juga berpihak pada karyawan. Dengan menjadikan karyawan lebih kompeten di bidang pekerjaannya. 

Bentuk dan tipe on the job training

Ada beberapa tipe OJT dalam perusahaan, antara lain: 

Coaching 

Sampai saat ini, tipe coaching menjadi salah cara yang baik melatih karyawan baru secara komprehensif. 

Biasanya melalui metode ini melibatkan atasan langsung, supervisor, atau karyawan senior dalam memberikan instruksi. Tipe ini lebih praktis mengenalkan karyawan akan tugasnya melalui konsep instruksi dan demonstrasi yang diberikan atasan. 

Mentoring 

Mentoring menjadi salah satu teknik OJT, dimana supervisor atau karyawan senior yang membimbing karyawan baru dalam pengembangan keterampilan. Selain memberi pelatihan teknis, umumnya mentor juga memberi arahan juga dukungan emosional pada staf baru. 

Pelatihan yang juga bersentuhan dengan sisi personal karyawan baru diharapkan bisa mengembangkan ikatan yang efektif. Sehingga bisa menciptakan suasana yang positif dan produktif. 

Rotasi pekerjaan 

Teknik rotasi pekerjaan terfokus pada training karyawan di banyak fungsi dalam perusahaan. Tujuan dari rotasi pekerjaan ini adalah agar karyawan mampu beradaptasi dan mengembangkan potensinya untuk kemajuan perusahaan. 

Teknik ini dianggap bisa meningkatkan pengetahuan mengenai pekerjaan juga tanggung jawab dalam tim. Selain itu dengan rotasi pekerjaan, karyawan bisa terhubung dengan staf dari departemen lain. Sehingga bisa menghasilkan SDM yang percaya diri dan kolaboratif. 

Programmed instruction 

Pelatihan ini biasanya dengan pendekatan yang bersifat sistemik, struktural, dan formal. Bentuk pelatihan yang diberikan sesuai tugas dasar jabatan. Teknik pelatihan instruksional pekerjaan memerlukan analisa kinerja pekerja secara detail. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui karyawan baru untuk teknik ini. 

Dimulai dari awal tujuan pekerjaan, langkah pelaksanaan pekerjaan, persiapan, instruksi, kinerja, kemudian tindak lanjut. 

Nantinya di akhir pelatihan, karyawan baru diminta untuk memberikan feedback dari program pelatihan tersebut. Metode ini umumnya dipakai dalam industri, sekolah, universitas, militer, dan pemerintahan federal. 

Computer Assisted Instruction 

Metode pelatihan ini menggunakan sistem dengan bantuan komputer. Melalui teknik ini peserta pelatihan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus pengetahuan. Komputer memegang peranan penting dalam memberikan instruksi. 

Sederhananya, komputer yang menjadi pengajar untuk peserta pelatihan ini. Karena sudah terprogram, maka semua jawaban dari peserta training akan tersimpan dan dianalisis komputer. 

Kelebihan menggunakan metode training tipe ini adalah karyawan menjadi terampil dalam menggunakan komputer dan peralatan otomatis lainnya. 

Meski begitu, peserta dalam pelatihan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk aktif berpartisipasi. 

Apprenticeship 

Pelatihan dengan teknik ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya tipe pelatihan ini diberikan bagi pekerja di bidang perdagangan, kerajinan dan bidang teknis. Karena pembelajaran dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, umumnya di peserta yang mengikuti pelatihan ini mendapat istilah “magang”. Atau pekerja dengan kontrak tertentu. 

Jangka waktunya tergantung dari keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya 4 – 7 tahun, bahkan lebih. Sistem penggajian dalam pelatihan tipe ini, biasanya peserta mendapat gaji lebih kecil dibanding karyawan yang sudah terampil. 

Baca Juga:  Hari Buruh 2022, Serikat Pekerja Tuntut 5 Hal ke Pemerintah

Manfaat pelaksanaan on the job training

OJT memiliki pengaruh besar dan manfaat positif bagi perusahaan juga karyawan peserta pelatihan. Antara lain : 

Menggali potensi karyawan 

Melalui on the job training, karyawan bisa menambah wawasan dan pengetahuan sesuai bidang yang ditekuni. 

Selain itu, secara tak langsung training dalam bekerja ini juga membentuk individu yang lebih matang dalam menjalankan tugas pekerjaan. 

Mengubah gaya kerja 

Dengan program OJT, karyawan jadi lebih terbuka wawasannya akan tren dan tidak ketinggalan zaman. Di sini karyawan baru diajarkan untuk menggunakan alat baru, membuat dan mencari strategi baru hingga memegang peranan dalam struktur yang lebih tinggi. 

Produktivitas karyawan meningkat 

Program OJT jelas efektif dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Karena karyawan jadi memahami banyak hal baru. 

Kepercayaan diri karyawan pun meningkatkan drastis. Tak heran kalau program ini menghasilkan kinerja yang baik juga. 

Menunjang dan memajukan bisnis perusahaan 

Manfaat positif lain yang dirasakan adalah perusahaan akan memiliki karyawan yang cerdas, kompeten dan berkualitas. Sehingga suksesnya OJT sedikit banyak berpengaruh pada kemajuan perusahaan. 

Kelebihan dan kelemahan OJT 

Tak hanya membawa manfaat, OJT juga memiliki kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaannya. Berikut kelebihan yang ada dalam on the job training, yaitu:

  • Karyawan langsung bekerja, bukan simulasi
  • Pelatihan tidak membutuhkan pemateri khusus, karena pelatih langsung dipegang karyawan senior atau supervisor
  • Dapat meminimalisir human error
  • Bersifat informal dan mudah dijadwalkan 
  • Menghemat biaya dan waktu karena pelatihan dilakukan sambil karyawan bekerja dan bukan lagi simulasi. 
  • Menciptakan relasi yang baik antara pelatih dan karyawan peserta pelatihan
  • Pelatihan sangat relevan dengan pekerjaan hingga bisa membantu dalam memotivasi karyawan. 
  • Budget minim karena tidak membutuhkan fasilitas di luar kantor
  • Mendapat timbal balik dari karyawan  

Sedangkan kelemahan dari pelaksanaan OJT ini adalah karena pelatih bukan dari kalangan profesional, menjadikan pelatihan kurang serius. Sedangkan untuk membentuk pelatih yang profesional, dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. 

Di samping itu, pelaksanaan on the job training dilakukan bersamaan dengan pekerjaan harian. Sehingga seringkali pelatih tidak fokus dan melewatkan materi yang seharusnya diberikan ke karyawan baru. 

Hal tersebut berpengaruh langsung pada kualitas karyawan yang diajar. Tak menutup kemungkinan, malah menghasilkan karyawan yang kurang termotivasi. Dan ini berpengaruh buruk dalam mencapai goal perusahaan. 

Kesimpulannya, on the job training atau OJT adalah pelatihan yang diberikan untuk memberikan keterampilan khusus pada karyawan. OJT bisa dilakukan dengan berbagai tipe atau jenis, tergantung kebutuhan dan industri yang melakukannya. Pelatihan kerja memiliki kelebihan sekaligus kelemahan.

Apprenticeship 

Pelatihan dengan teknik ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya tipe pelatihan ini diberikan bagi pekerja di bidang perdagangan, kerajinan dan bidang teknis. Karena pembelajaran dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, umumnya di peserta yang mengikuti pelatihan ini mendapat istilah “magang”. Atau pekerja dengan kontrak tertentu. 

Baca Juga:  Seberapa Penting Nilai IPK di Mata HRD?

Jangka waktunya tergantung dari keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya 4 – 7 tahun, bahkan lebih. Sistem penggajian dalam pelatihan tipe ini, biasanya peserta mendapat gaji lebih kecil dibanding karyawan yang sudah terampil. 

Manfaat pelaksanaan on the job training

OJT memiliki pengaruh besar dan manfaat positif bagi perusahaan juga karyawan peserta pelatihan. Antara lain : 

Menggali potensi karyawan 

Melalui on the job training, karyawan bisa menambah wawasan dan pengetahuan sesuai bidang yang ditekuni. 

Selain itu, secara tak langsung training dalam bekerja ini juga membentuk individu yang lebih matang dalam menjalankan tugas pekerjaan. 

Mengubah gaya kerja 

Dengan program OJT, karyawan jadi lebih terbuka wawasannya akan tren dan tidak ketinggalan zaman. Di sini karyawan baru diajarkan untuk menggunakan alat baru, membuat dan mencari strategi baru hingga memegang peranan dalam struktur yang lebih tinggi. 

Produktivitas karyawan meningkat 

Program OJT jelas efektif dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Karena karyawan jadi memahami banyak hal baru. 

Kepercayaan diri karyawan pun meningkatkan drastis. Tak heran kalau program ini menghasilkan kinerja yang baik juga. 

Menunjang dan memajukan bisnis perusahaan 

Manfaat positif lain yang dirasakan adalah perusahaan akan memiliki karyawan yang cerdas, kompeten dan berkualitas. Sehingga suksesnya OJT sedikit banyak berpengaruh pada kemajuan perusahaan. 

Kelebihan dan kelemahan OJT 

Tak hanya membawa manfaat, OJT juga memiliki kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaannya. Berikut kelebihan yang ada dalam on the job training, yaitu:

  • Karyawan langsung bekerja, bukan simulasi
  • Pelatihan tidak membutuhkan pemateri khusus, karena pelatih langsung dipegang karyawan senior atau supervisor
  • Dapat meminimalisir human error
  • Bersifat informal dan mudah dijadwalkan 
  • Menghemat biaya dan waktu karena pelatihan dilakukan sambil karyawan bekerja dan bukan lagi simulasi. 
  • Menciptakan relasi yang baik antara pelatih dan karyawan peserta pelatihan
  • Pelatihan sangat relevan dengan pekerjaan hingga bisa membantu dalam memotivasi karyawan. 
  • Budget minim karena tidak membutuhkan fasilitas di luar kantor
  • Mendapat timbal balik dari karyawan  

Sedangkan kelemahan dari pelaksanaan OJT ini adalah karena pelatih bukan dari kalangan profesional, menjadikan pelatihan kurang serius. Sedangkan untuk membentuk pelatih yang profesional, dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. 

Di samping itu, pelaksanaan on the job training dilakukan bersamaan dengan pekerjaan harian. Sehingga seringkali pelatih tidak fokus dan melewatkan materi yang seharusnya diberikan ke karyawan baru. 

Hal tersebut berpengaruh langsung pada kualitas karyawan yang diajar. Tak menutup kemungkinan, malah menghasilkan karyawan yang kurang termotivasi. Dan ini berpengaruh buruk dalam mencapai goal perusahaan. 

Kesimpulannya, on the job training atau OJT adalah pelatihan yang diberikan untuk memberikan keterampilan khusus pada karyawan. OJT bisa dilakukan dengan berbagai tipe atau jenis, tergantung kebutuhan dan industri yang melakukannya. Pelatihan kerja memiliki kelebihan sekaligus kelemahan.

Meski begitu, on the job training tetap menjadi solusi perusahaan dalam mencari dan membentuk karyawan yang kompeten. 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: LIFEPAL

News

Leave a Reply