Sering Dengar Kata “Side Hustle”? Berikut Penjelasannya

Newestjob.id, Mau punya pendapatan tambahan di samping pekerjaan utama? Side hustle adalah solusinya.

Sama seperti kerja sampingan, side hustle bisa mengisi waktu luangmu sambil tetap menghasilkan cuan.

Namun, apa apakah istilah ini sebetulnya berbeda dengan kerja sampingan?

Bagaimana tips memulainya bagi para pemula?

Simak penjelasan dari Glints berikut untuk temukan jawabannya!

Definisi Side Hustle

© Freepik.com

Dilansir dari Indeedside hustle adalah pekerjaan tambahan yang dimiliki oleh seseorang di samping pekerjaan utamanya.

Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kebanyakan orang mengategorikan sistem kerja ini ke dalam self-employment atau wirausaha.

Beberapa contoh side hustle di antaranya adalah:

  • freelancer
  • fotografer
  • videografer
  • desainer
  • penulis
  • online tutor

Sering kali, orang-orang memilih untuk mengejar passion-nya melalui side hustle ini. Tak jarang juga yang lama kelamaan menjadikannya sebagai profesi utama.

Dalam bahasa Indonesia, side hustle memang lebih lazim dikenal sebagai pekerjaan sampingan. Istilah lain yang biasanya disamakan dengannya ialah side gigs atau side job.

Perbedaan Side Hustle dengan Pekerjaan Sampingan

Setidaknya ada tiga letak perbedaan utama di antara keduanya. Simak penjelasan berikut ini.

1. Passion

Menurut Freelance Schoolside hustle merupakan kesempatan bagi orang-orang untuk mengejar passion mereka.

Apakah kamu salah satu orang yang memiliki pekerjaan full time di bidang yang sebenarnya kurang kamu sukai?

Nah, side gigs ini bisa jadi jalan keluarmu tanpa harus memilih untuk resign. 

Di sisi lain, pekerjaan sampingan memberikanmu income tambahan, baik melalui pekerjaan yang sesuai dengan passion-mu maupun yang tidak.

2. Pemberi kerja

Umumnya, kamu bisa mendapatkan kerja sampingan dari berbagai cara, mulai dari melamar kerja part-time atau freelance pada sebuah perusahaan.

Side hustle juga bisa berupa peluang freelance yang kamu dapatkan dari berbagai situs freelancer atau job portal.

Namun, selain itu, side gigs ternyata lebih identik dengan usaha kecil yang kamu bangun sendiri, sebagaimana yang dilansir dari The Logic of Money.

Itulah mengapa tadi sempat disebutkan bahwa side hustle adalah jenis pekerjaan self-employment atau wirausaha.

3. Fleksibilitas

Karena identik dengan usaha yang dibangun sendiri, side hustle cenderung sedikit lebih fleksibel dari pada pekerjaan sampingan.

Misalnya, kamu memilih side hustle sebagai fotografer dan menjual hasil karyamu ke situs seperti Shutterstock.

Kamu punya kebebasan untuk memutuskan kapan harus mengambil foto, berapa banyak foto yang kamu ingin hasilkan, dan lain-lain.

Hal ini tentunya jauh lebih fleksibel jika dibandingkan dengan side job yang biasanya terikat beberapa peraturan dari pemberi kerja.

Manfaat Side Hustle

© Freepik.com

Selain bisa mendapatkan cuan tambahan, berikut adalah beberapa manfaat lainnya dari side gigs.

1. Mencapai self-fulfillment

Self-fulfillment atau pemenuhan diri sangatlah penting untuk membuatmu merasa puas dan bahagia akan segala hal yang kamu lakukan.

Meskipun bekerja di bidang yang tidak kamu cintai, kamu tetap bisa melakukan kegiatan sesuai passion yang seru dan menghasilkan.

Kamu juga akan merasa bahwa kamu memiliki kontrol atas hidupmu dan lebih merasa berdaya.

2. Menambah motivasi

Awalnya, kamu bahkan mungkin tidak semangat bangun pagi karena harus mengerjakan hal yang tak kamu gemari.

Side hustle adalah cara yang tepat untuk menumbuhkan kembali motivasi dan purpose hidupmu.

Kini, kamu jadi punya tujuan yang membuatmu semangat menjalani hari, yaitu melakukan hal yang kamu suka sekaligus mendapatkan uang tambahan!

3. Meningkatkan skill

Salah satu hal terbaik di dunia ini adalah bisa melakukan hal yang kita senangi sekaligus menguasainya.

Kamu mungkin suka fotografi, tapi terkadang kamu merasa bahwa skill kamu kurang memadai. Akhirnya, kamu merasa kurang percaya diri dan tak lagi menganggap fotografi sebagai minatmu.

Yuk, rawat hobi dan minatmu yang bermanfaat itu melalui side gigs. Kamu bisa cari uang tambahan sekaligus mengasah hard skill sesuai passion!

Tips Memulai Side Hustle

Foto: Unsplash/Marco Xu

1. Realistis

Berapakah banyak waktu yang bisa kamu luangkan untuk menjalankannya?

Kamu pasti tidak ingin berujung pada burnout atau stres karena harus mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Meskipun itu sesuai passion dan lebih fleksibel, kamu hanyalah manusia yang pasti punya batasan.

Jadi, ukur kemampuanmu secara realistis dan tentukan goal yang bisa kamu capai.

2. Rencanakan budget

Side hustle adalah kerja sampingan yang terkadang memerlukan modal di awal. Misalnya, jika kamu ingin menjadi fotografer, kamu mungkin harus membeli lensa baru dan peralatan yang lebih memadai.

Menghitungnya dari sekarang bisa membantumu benar-benar mempertimbangkan, apakah side gigs ini layak kamu perjuangkan atau malah hanya akan membebanimu secara finansial.

3. Pertimbangkan kemungkinan untung

Mengejar passion memang penting dan menyenangkan, tapi pastikan kamu tidak membuang waktu secara percuma.

Kecuali jika memang tujuan utamamu hanyalah mencari kesenangan. Namun, hal itu tidak bisa dikatakan sebagai side hustle.

Pada akhirnya, side gigs haruslah berupa sesuatu yang menghasilkan untukmu. Jadi, pikirkan dan riset kembali apakah bidang yang kamu pilih bisa menghasilkan untung atau tidak.

4. Pertimbangkan skill kamu

Anggapalah kamu telah memiliki skill fotografi, tetapi kamu malah ingin memulai side gigs di bidang videografi.

Hal tersebut tidaklah salah, terutama jika kamu memang ingin melebarkan sayap di keahlian yang lain.

Namun, jika kamu ingin melihat hasil yang lebih cepat, ada baiknya untuk memulai side gigs di bidang yang sesuai dengan skill-mu.

Pada akhirnya, side hustle adalah peluang yang bisa kamu optimalkan untuk mencari penghasilan tambahan sekaligus mengejar passion. Jangan lupa untuk seimbangkan dengan pekerjaan utamamu, ya.

 

 

 

 

Sumber: GLINTS

Development

Leave a Reply